Pendidikan Lingkungan merupakan salah satu tanggung jawab
moril yang perlu diperhatikan bersama, yang menjadikan nilai pendidikan
di masyarakat semakin Nampak.
Pendidikan Masyarakat juga merupakan salah satu jalur
pendidikan yang ada di Indonesia yakni Jalur Pendidikan Luar Sekolah.
Bangsa Indonesia hingga saat ini belum maksimal
menjawab itikad luhur yang disampaikan oleh UUD Tahun 1945, meskipun UUD
tersebut sudah menetaskan pencerahan yang lebih mendalam melalui UU sistem
Pendidikan Nasional nomor 20 Tahun 2003. Menjawab Pertanyaan Tersebut LSM Setya
Bhakti merasa Berkepentingan untuk ikut serta memberikan peran kepedulian
melalui pendidikan Luar Sekola ( PLS )
Pendidikan Luar Sekolah membawahi Pendidikan Keterampilan
dan berbagai pendidikan Lainnya yang ada di masyarakat, dengan tujuan untuk
Kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan Bangsa, berpulang pada pendidikan ini
maka masyarakatlah yang menjadi objek yang perlu di kunjungi serta di cermati
dari berbagai aspek kehidupan untuk diperhatikan dan dikembangkan. Salah
satunya adalah lingkungan dan Sumber Daya Alam yang kita miliki, sangat di
sayangkan apabila hal ini di biarkan tumbuh tampa ada yang mengembangkan maka
akan menjadi tak berati untuk menjawabi kebutuhan, namun apabila hal ini
menjadi tanggungjawab kita untuk mengembangkan dan mempertahankan apa yang
menjadi keunggulan kita. Dengan demikian apa yang kita miliki menjdi lebih
bermanfaat bagi kehidupan kita di era ini.
Peduli terhadap lingkungan berati
kita juga harus mencintai apa yang kita miliki bukan membiarkan yang kita
miliki menjadi punah dan hilang terbawa arus kehidupan yang penuh dengan
politik dan kepentingan serta perkembangan teknologi yang semakin pesat,
Contoh kongkrit yang dialami
masyarakat kedang saat ini adalah punahnya jeruk manis kedang (JMK ) yang
merupakan suatu keunggulan yang dimiliki juga sebagai matapencaharian pokok
yang selama ini sudah menghasilkan generasi yang berpendidikan dan memenuhi
kebutuhan hidup masyarakat kedang selama ini, namun sayangnya JMK kini berubah
menjadi Keprok Soe yang berlebel Internasional, dimanakah JMK yang tak berlebel
namun sangat berbebet? Apakah tak ada upayah lain selain menggantikan
JMK ?tak terasa semuanya telah terjadi namun kepedulian kita kian hampa, apakah
kita masi mencintai JMK? Mari, kita berpikir yang Golbal serta bertindak yang
Lokal untuk berbuat seada dan semampu kita dalam melestarikan JMK, sebagai
bantuk Kepedulian Pendidikan Lingkungan.
(Goris Molan- Hule-Nilanapo)

haruslah aku bertanya pada rumput yang bergoyang....??
BalasHapus